Ajul Jiung: Benyamin bukan hanya milik warga Jakarta

By on December 28, 2010

Di sela-sela pagelaran acara Reggae Night with Pallo pada Sabtu (13/11) yang lalu, pandangan Step!Magz terhenti pada satu sosok pria berbaju merah dan berambut panjang. Ohh my God!!! Rupanya dia adalah Ajul, vokalis band Jiung asal Betawi (sekarang Jakarta-red) yang sehari-hari juga kita liat di layar kaca berkat penampilannya di sinetron Mariam Mikrolet. Pria ini juga sempat berpacaran dengan Sandra Dewi, meskipun hanya dalam film Tarzan Kota. Simak petikan wawancara Step!Magz dengan pengidola Benyamin S ini.

Q : Bagaimana ceritanya Ajul bisa ikutan main di acara Reggae Night with PALLO ini?

Kebetulan diajak sama Rival yang memang asli Palu buat ikutan, akhirnya jadi deh gue ikutan sambil nge-MC, ikut nyanyi juga bareng PALLO. (Ajul sempat tertawa,  begitu Step!Magz menjelaskan terjemahan kata pallo dari bahasa kaili ke bahasa Indonesia).

Kelompok Ajul sendiri, Jiung, apa kabarnya?

Jiung sendiri alhamdulillah sedang jalan buat promo single album ketiga (Januari kemarin Jiung telah merilis album bertitel Palu Gade-red). Sekarang ini lagi menggarap materi untuk album keempat, Insya Allah awal tahun baru akan dirilis.

Sebagai band yang terkenal selalu membawakan lagu-lagu Betawi terutama lagu Benyamin S, apakah tidak kesulitan memasarkan album Jiung ke luar daerah?

Meskipun kata orang pangsa kita segmented, tapi gue ngeliatnya tidak begitu. Karena Benyamin kan bukan hanya milik warga Jakarta, tapi sudah menyebar secara nasional. Itu juga alasan kenapa Jiung tidak mau membawakan lagu tentang The Jak (sebutan untuk suporter Persija Jakarta-red), karena menurut kami, The Jak hanya milik warga Jakarta. Dan Alhamdulillah sih setiap Jiung keluar kota sambutannya selalu baik, penontonnya selalu terhibur dan have fun.

Ajul sendiri memandang sosok mendiang Benyamin S seperti apa?

Bang Ben itu sosok seniman serba bisa, cerdas dan sosok yang pantas untuk jadi legenda.

Motivasi jadi pemain film dan sinetron apakah terinspirasi ingin mengikuti jejak Benyamin S juga kah?

Awalnya gue terjun ke dunia akting tuh gak sengaja. Jadi waktu itu ada tawaran buat ngisi soundtrack film Tarzan Kota, eh akhirnya ditawarin sekalian main di film itu, ya udah berangkat. Selepas itu datang tawaran lagi buat main di sinetron Mariam Mikrolet, gue ambil lagi. Yang jelas sih, nyanyi tetap jalan.

Apa saja pencapaian yang sudah didapat oleh Ajul secara pribadi dan Jiung secara umum sepanjang tahun 2010 ini?

Alhamdulillah dibanding tahun lalu ada peningkatan sih, Jiung tahun ini merilis album ketiga. Sementara gue pribadi bisa main di sinetron Mariam Mikrolet itu dan beberapa Film Televisi (FTV,  juga sinetron Situasi Komedi (sitkom).

Ajul punya pengalaman tak terlupakan sepanjang tahun 2010 ini?

Kalo gue sih pengalaman sibuk syuting itu yang keinget banget. Trus banyaknya bencana alam yang menimpa negeri kita, termasuk banjir di tempat tinggal gue di Jakarta.

Bagaimana Ajul melihat iklim politik di tanah air saat ini?

Semrawut. Para pejabat dan tokoh politik kita banyak yang gak bener dan kaya’nya musti disekolahin lagi. Contohnya aja komentar ketua DPR Marzuki Ali, soal korban tsunami di kepulauan Mentawai. Menurut gue itu gak pantes dikeluarin oleh seorang pejabat tinggi negara.

Trus apa harapan Ajul buat para wakil kita ini kedepannya?

Harus yang bener lah. Yang peduli sama rakyat, jangan hanya memperkaya diri.

Tahun 2011 sudah di depan mata, apa harapan Ajul di tahun depan?

Berkaitan dengan bencana alam ini, gue sih mengharapkan semoga orang-orang jadi sadar. Karena bumi ini jadi begini disebabkan oleh ulah penghuninya. Kalo penghuninya bener, pasti buminya (lingkungannya) ikut bener. (Ejha Rawk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>