Konser Musik Damai dan Peduli Bencana di Tanah Air

By on December 21, 2010

Saat Jazz, Reggae Dan Rock Berkumpul Dalam Satu Panggung

Minggu (22/11), pantai Kabonga-Donggala, menjadi saksi bagaimana akhirnya musik jazz, reggae dan rock melebur menjadi satu demi sebuah niat mulia, menggalang dana untuk korban bencana di Wasior, Merapi dan Mentawai. Berkat prakarsa MJM Anutapura Entertainment selaku pihak panitia, akhirnya terkumpullah: Zarro sang Kaili jazz Indonesia, P.A.L.L.O yang dimotori Rival Himran yang mewakili reggae, serta Interview band dari pihak rock dalam satu panggung.

Semua pengisi acara sebenarnya bukanlah nama asing lagi bagi penikmat musik di Palu, karena semua personil yang menjadi pengisi acara adalah putra daerah. Tidak heran jika acara ini menjadi semacam konser pulang kampung, sekaligus nostalgia yang mengesankan.

Meskipun harus bertarung dengan cuaca siang yang menyengat, penonton tampak sudah mulai memadati venue sejak pukul 10.00, tepat waktu seperti yang tertera di baliho pertunjukan. Band-band seperti Trezhil, The Box, Donggala band dan Palu Jam of CLARO adalah para pengisi slot awal. Mereka tampil tidak mengecewakan di atas panggung.

Selepas penampilan deretan band tersebut, Zarro mendapat jatah naik pertama kali dengan komposisi-komposisi jazznya. Dengan lirik-lirik berbahasa daerah Kaili (bahasa daerah Palu), Zarro tentu saja mendapatkan applause yang meriah dari penonton.

Dengan lokasi panggung yang berada di tepi laut, pilihan panitia mengundang P.A.L.L.O tentu saja merupakan pilihan yang pas. Irama Reggae dari band yang diperkuat Rival Himran ini, berhasil mengajak crowd bergoyang-sembari menikmati semilir angin tepi laut. Kejutan rupanya juga tersaji di atas panggung, ketika Eno penggebuk drum Netral ikut tampil mengiringi penampilan P.A.L.L.O sore itu. Dalam konser yang dipandu oleh Buddy Ace tersebut, Eno bahkan mempersembahkan solo drumnya kepada penonton yang telah ikut menyumbang untuk keperluan amal.

Sesi terakhir menjadi milik Abdee Negara “Slank” bersama band awalnya di era awal 90-an, Interview band. Didukung oleh Ote Abadi (vocal, gitar akustik), Ferry Hako (drum), Theo Kamudi (keyboard), dan juga menampilkan additional player “Lamando Bersaudara” (Khalid, guitar dan Rudy, bass) mereka tampil enerjik membawakan lagu-lagu lawas mereka seperti Cinta Terlarang, Balon-Balon Gas, dan Cinta Coba-Coba. Menjelang bedug maghrib, berakhirlah acara yang secara keseluruhan mampu mengumpulkan total sumbangan sebanyak 28 juta rupiah tersebut. (Ejha Rawk)

2 Comments

  1. buddy ace

    December 22, 2010 at 1:10 am

    Belakangan ada tambahan sumbangan dari Donggala Reggae Band sebesar RP 2 juta rupiah, serta ada sumbangan dari Interview band yang oleh mereka tak mau disebutkan angkanya kepada panitia.

    Semoga amal baik teman-teman yang telah menyumbang doa, pikiran, tenaga dan materinya mendapat limpahan rahmat dari Allah SWT. Amien

  2. Erwandi Dahlan

    December 22, 2010 at 1:13 am

    Salut untuk semua yang terlibat dalam acar itu, semoga sumbangan dari masyarakat sampai ketangan yang membutuhkan.
    Kalau bisa StepMagz juga mengumumkan apakah sumbangan itu sudah disampaikan. Kalau sudah melalui apa, supaya selalu menjadi contoh yang baik buat masyarakat Sulawesi Tengahm khususnya mereka yang telah menyumbang, merasa sumbangannya berarti buat masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>