Sebuah Pesan Penuh “Energi” dalam Palu Contemporary

By on September 22, 2011

Foto: Degus Setia Budi

Ruangan itu tak cukup luas namun telah menjadi saksi atas kembali bangkitnya semangat bermusik para seniman veteran di Kota Palu. Begitulah pendapat Zulkifli Pagesa dalam sambutannya pada malam 18 September 2011. Bertempat di Gedoeng Joeang mereka menampilkan sebuah karya luar biasa.

Selama kurang lebih satu jam, semua orang yang hadir terpukau melihat pertunjukan musik berdurasi beberapa menit tersebut. Alunan dari berbagai alat musik mampu membius sekaligus membuat siapa saja yang menonton pertunjukan tersebut merinding.

Saat semua yang hadir semakin larut menikmati pertunjukan dari semua personil, tiba-tiba lampu ruangan padam. Namun, itu tak langsung  menghentikan gabungan para seniman kota palu tersebut dalam menghasilkan suatu pertunjukan musik. Dengan bermodalkan suara dari sang vocalis, sebuah meja yang menjadi bunyi, dan semangat, karya penuh “energi” itu kembali diperdengarkan, meski ruangan masih padam.

Adalah Umaryadi Tangkilisan atau yang akrab disapa Adi, menjadi pencetus ide music performance pada malam itu. Pria yang lahir 8 April 1974 ini, menghimpun sejumlah musisi kota palu seperti Natsir Umar (Bass Akuistik & Vokal), Indra (Drum & Vokal), Abdi Iskandar (Vokal), Uthe (Vokal), Zulkifli Usman (Vokal), Fahmi Pedati (Biola & Vokal), dan Izzat (Mbasi-Mbasi, Lalove, & Vokal) dalam pertunjukannya. Hasilnya, gabungan dari berbagai jenis musik tersebut sangat memukau!

Malam itu karya musik yang menggabungkan berbagai alat musik tersebut dipertunjukan dalam ajang Palu Contemporary. Pertunjukan yang masih menjadi bagian dari Festival Teluk Palu (FTP) tersebut, melibatkan musisi dan seniman dari berbagai latar belakang serta kelompok yang ada di Kota Palu.

Mereka menampilkan sebuah pertunjukan musik dengan tema “Disini Lebih Dari Ada”. Hal ini, ingin menunjukan bahwa Palu (Sulteng), masih mempunyai para musisi dengan setumpuk ide-ide segar yang ada di kepala mereka. Siap untuk menunjukan jati diri lewat seni, dan siap pula menunjukan bahwa Palu memiliki potensi yang begitu kaya.

Foto: Degus Setia Budi

Pertunjukan tersebut pada dasarnya dibagi ke dalam dua bagian. Pada bagian pertama mempertunjukan permainan musik dari berbagai alat musik. kemudian, tiba-tiba listrik padam namun mereka tetap melanjutkan pertunjukan. Hanya bermodalkan alat sederhana, mereka mampu menghasilkan sebuah seni yang tetap mampu dinikmati. Bahkan semua orang yang hadir diruangan itu dalam kegelapan semakin khusyu menikmati.

Setelah pertunjukan usai, ruangan pun kembali menjadi terang. Sebuah penerangan dari lampu yang bertenaga surya adalah sumbernya. Dan inilah yang ingin disampaikan oleh seorang Umaryadi Tangkilisan. Sebuah pertunjukan yang tidak hanya menyajikan keindahan seni, tapi juga kesadaran kepada masyarakat bahwa kita memiliki sumber energi lain.

Menurutnya, pertunjukan yang dipersiapkan selama tiga minggu ini setidaknya mampu merefleksi keadaan krisis energi beberapa waktu yang lalu. “Dan sekarang juga kita masih mengalami krisis terhadap energi bahan bakar fosil tersebut. Bahkan ini menjadi sebuah ketergantungan, sementara setiap daerah memiliki potensi yang berbeda-beda. Dan, setiap daerah pada dasarnya memiliki potensi sumber daya yang lebih murah, lebih ramah lingkungan, dan tanpa batas. Karena yang ada, selama ini kita terlalu sibuk mengeluh tanpa adanya solusi yang diberikan,” begitulah Adi menyampaikan tanggapanya mengenai keadaan krisis energi yang kita hadapi selama ini.

Salah seorang penonton yang hadir, Rival yang merupakan personil Steven and Coconut Treez berpendapat, Adi merupakan musikus yang memiliki karakter tersendiri, dan ini mencakup energi pula. “Menurut gue ini karya yang sadis!”.

Dibalik karyanya yang sadis, inilah pertunjukan yang penuh dengan energi. Tidak hanya dari musiknya yang berenergi, tapi juga pesan yang ingin disampaikan, yang mencakup kepedulian kita terhadap energi. Kita punya energi untuk melakukan hal yang lebih baik bagi masa depan kita. Bahwa kita (Palu)  punya energi, sehingga kita lebih mandiri.Sebuah musik performance dari Umaryadi Tangkilisan yang penuh dengan energi. Salut! (adhe)

 

3 Comments

  1. tamgkilisan adi

    September 22, 2011 at 4:43 pm

    trims liputannya..berharap semakin menebalkan semangat bersama.

    • pinta

      September 24, 2011 at 11:23 am

      Iya, sama-sama.
      tetap semangat…!!!

  2. sigi

    October 6, 2011 at 10:03 am

    liputannya menarik.terus berkarya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>