XXI SHORT FILM FESTIVAL: Sineas Palu jadi Finalis
Cinema 21 mengumumkan 29 finalis yang mengikuti XXI Short Film Festival. Total ada 730 peserta yang masuk pada panitia seleksi. Kota Palu cukup berbangga, film animasi berjudul Matahari, yang disutradarai Yusuf Radjamuda dan Kopijahex (animator), menjadi salah satu dari 9 finalis XXI Short film festival untuk kategori film pendek animasi.
Film animasi yang berdurasi 10 menit ini bercerita tentang seorang petani jagung yang terkejut saat bangun pagi. Dia tak melihat matahari terbit. Gelap, dia mulai menyesali sikapnya yang membenci panas matahari.
Bagi Yusuf Radjamuda ini adalah kesekian kalinya dia mengikuti festival film pendek, baik itu nasional maupun international. Bahkan beberapa film pendek produksinya telah mendapatkan penghargaan. Salah satu diantaranya adalah Wrong Day, yang meraih peghargaan khusus dewan juri pada Festival Film Indonesia 2011 dan finalis Festival Cinema Perancis 2012.
Matahari merupakan film pendek pertama dari Papa Al, begitu dia biasa disapa. “Saya sudah kenal Fachruddin Soda (kopi jahex) sejak masih ngeband dulu, dia seorang arsitek, sketcher, kartunis rumahan, yang jarang karyanya ditampilkan. Waktu lihat animasi-animasinya tentang issue mati lampu, saya langsung bertemu dan mengajaknya menggarap ide cerita saya,” lanjut Yusuf.
“Harapan saya semoga filmnya bisa menghibur penonton, soal menang atau kalah itu sudah kosekuensi sebuah kompetisi, biasalah,” ujar pria yang juga dikenal aktif berinisisasi untuk membentuk ruang-ruang pemutaran film-film. “senang sekali rasanya film kami bisa masuk kompetisi di festival tersebut, ini kesempatan untuk film tersebut ditonton banyak orang, apalagi diputar dibioskop XXI,” jelasnya.
Perhelatan XXI Short Film Festival merupakan ajang festival film pendek tingkat nasional yang pertama kali digelar oleh Cinema 21. Festival ini bertujuan untuk mencari bakat-bakat muda dalam film Indonesia yang akan menjadi kekuatan dunia perfilman di masa mendatang.
XXI Short Film Festival ini akan diselenggarakan pada bulan Maret 2013 di Jakarta. Ada tiga kategori kompetisi yang diikuti oleh para pembuat film pendek amatir dan profesional di indonesia, yaitu, film pendek fiksi naratif, film pendek animasi, film pendek dokumenter, dan dari masing-masing kategori akan dipilih satu pemenang pilihan juri, dan juga penghargaan khusus pilihan media di setiap kategori.
Pencapaian Papa Al sebagai sineas film pendek pada tingkat nasional perlu diberi apresiasi sebesar-besarnya. Apalagi dalam karya filmnya selalu membawa identitas kelokalan palu. “Pesan saya untuk film maker palu berkarya jangan ragu-ragu, banyak nonton sebagai referensi, terutama datang ke bioskop jumat hehehe” kata sineas yang sedang menggarap film terbarunya yang berjudul Halaman Belakang.
Semoga apa yang sudah dicapai papa al bisa menginspirasi film maker palu, untuk percaya diri mengikutsertakan karya-karyanya ditingkat nasional dan international, minimal mari kita dukung karya-karya orisinil dari kota yang tanpa bioskop ini. (@lapintapintu)














chesy
March 6, 2013 at 9:14 pm
congratulation for your success. biarlah ini menjadi lagkah awal untuk meningkatkan kreativitas pemuda-pemudi kota palu. :)
Godam
March 7, 2013 at 10:32 am
Dimana yah bisa nonton Film hasil karya anak Palu (Indie) ??
Soraya Pinta Rama
March 8, 2013 at 5:13 pm
hey, film karya anak palu bisa dinonton dibioskop jumat, infonya bisa dilihat di twitter akun @bioskop_jumat :)
Nhenk
March 20, 2013 at 11:17 am
Aku pecinta animasi juga, sekarang ini lagi memperdalam ilmu pake Maya…Boleh dong saya minta ilmunya dengan bapak, mudah-mudahan bisa bermanfaat buat perkembangan animasi kota Palu…tambahkan saya sebagai teman dong di Facebook bapak. Akun Facebook saya “Telaga Wangi”